Pelaksanaan Dan Penyelewengan Pemilu Langsung

Pemilu langsung merupakan salah satu jalan terbaik dan dinilai paling bijaksana untuk memilih perwakilan dalam system pemerintahan. Itu semua berdasarkan dalam Pancasila sila ke 4 yang menjelaskan bahwa untuk ikut serta dalam system pemerintahan maka kita harus menunjuk perwakilan. Perwakilan tersebut dapat dipilih melalui Pemilu baik pemilihan Presiden maupun Kepala Daerah masing – masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing – masing dengan harapan orang yang terpilih dapat menjadi wakil dalam system pemerintahan untuk memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dalam pelaksanaannya, Pemilu dilaksanakan dan diawasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU menjadi lembaga independent yang bertugas untuk mengatur, mengawasi dan melaksanaan pemilu ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga pelaksanaan pemilu ini.

Dalam pelaksanaan pemilu di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan – penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :

1. Money Politik

Dalam sebuah Pesta Demokrasi (Pemilu) tentu saja ada pihak yang menang dan yang kalah. Semua orang berlomba – lomba untuk mencari cara untuk mendapat dukungan dengan berbagai cara.  Sepertinya halnya dalam kasus Money Politik. Kasus ini selalu saja hadir dan menyertai dalam setiap pelaksanaan Pemilu. Para pengusa yang memiliki materi yang berlimpah dengan mudahnya memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah, maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah.

Money pilitik dapat dicontohkan yaitu ketika salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk biaya ini, biaya itu.

 

2. Intimidasi

Intimidasi yaitu suatu cara dimana seseorang mampu mempengaruhi orang lain dengan cara kekerasan yang diserta ancaman. Sebagai contoh seorang pegawai pemerintah tingkat dasar (pegawai kecamatan) melakukan intimidasi terhadap warganya agar mencoblos salah satu calon. Jika tidak maka konsekuesinya adalah bantuan raskin akan dihentikan. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu yang bebas dan rahasia.

 

3. Pendahuluan start kampanye

Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagai media kampanye. Bakal calon menyampaikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.

 

4. Kampanye negatif

Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut.

5.  Manipulasi Data

Terkadang untuk memperoleh suara lebih agar menang dalam pemilihan langsung. Pihak – pihak yang memiliki link terhadap panitia pemilu tidak segan meminta untuk memaniplasi data yang ada. Maniulasi data adalah memberikan data yang tidak benar dan merupakan pembohongan public. Sebagi contoh. Hasil sebuah pemilu tidak benar dengan aslinya karena datanya telah dirubah oleh pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s